Kesiapan Rencana Pendirian P2KPN STIEAD PDF Print E-mail

ImageSecara kelembagaan, untuk menjalankan Program P2KPN, STIE Ahmad Dahlan Jakarta dinilai memiliki kesiapan sebagai pengelola program, karena ditunjang oleh fasilitas yang memadai. Lokasi kampus juga berada pada posisi yang strategis. Letak STIE Ahmad Dahlan Jakarta berada di garis perbatasan antara Provinsi DKI Jakarta (Jakarta Selatan) dan Pronvinsi Banten (Tangerang Selatan). Secara geografis, STIE Ahmad Dahlan Jakarta terletak di Kelurahan Cireundeu, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Posisi geografis ini dipandang strategis dari berbagai sudut pandang, terutama dari sisi ekonomi, karena berada diantara Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Banten.

 

Letak geografi dan kondisi demografi tersebut menjadikan STIE Ahmad Dahlan Jakarta memiliki berbagai keunggulan, sekaligus tantangan seperti persoalan sosial-ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat sekitar. Keunggulan dari letak yang sangat strategis di satu sisi, dihadapkan pada berbagai masalah di sisi lain. Secara umum, salah satu masalah yang dihadapi adalah meledaknya jumlah tenaga kerja (over supply of labor) sehingga tenaga kerja yang tidak sempat terserap oleh sektor formal kemudian mencari kesempatan di sektor informal. Penyebutan ‘sektor informal’ karena diketahui umumnya ia tidak terorganisasir dan tertata secara khusus melalui peraturan. Bidang-bidang pekerjaan di sektor ini jumlahnya sangat banyak, mulai dari pedagang keliling, pedagang asongan, perdagangan sayur mayur, pedagang makanan (nasi, bakso, gorengan, dan makanan lainnya), serta usaha yang bergerak di bidang jasa, seperti rental internet maupun jasa lainnya. Potensi ekonomi yang dimiliki oleh sektor informal diantaranya adalah mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang sangat besar. Sehingga para ahli berpendapat bahwa sektor informal memiliki kontribusi besar bagi berjalannya roda perekonomian suatu negara.

Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan berbagai lingkup permasalahannya telah menjadi perhatian STIE Ahmad Dahlan Jakarta. Pemberdayaan UMKM telah banyak dilakukan, baik pada struktur hulu maupun hilir. Struktur hulu mulai dari tahap produksi, manajemen sumberdaya manusia, manajemen usaha, dan lain sebagainya. Sementara struktur hilir mencakup aspek distribusi, manajemen keuangan dan lain sebagainya. Perhatian pada usaha mikro-kecil-menengah ini juga tidak lepas dari semangat Muhammadiyah (induk STIE Ahmad Dahlan) sebagai salah satu organisasi sosial-keagamaan di Indonesia yang berorientasi pada pengembangan dan penguatan seluruh dimensi kehidupan umat, termasuk di dalamnya melakukan gerakan pemberdayaan ekonomi.

Keterlibatan STIE Ahmad Dahlan Jakarta dalam berbagai kegiatan pemberdayaan dan pengabdian kepada masyarakat juga menjadi salah satu pertimbangan bagi kesiapan pelaksananan Program P2KPN. Beberapa kegiatan yang pernah dan sedang dilakukan diantaranya adalah Pelatihan Kewirausahaan bagi Mahasiswa, Program Pemagangan Mahasiswa pada berbagai Perusahaan, Pelatihan Manajemen UKM bagi Pelaku UKM di Ciputat dan Jakarta Selatan, Pelatihan Usaha Kecil dan Menengah Bagi Pemanfaat PPMK Kelurahan Malaka Sari Jakarta Timur (2006 dan 2007), Survey Koperasi dan Usaha Kecil Menengah di Jawa Timur dan Jawa Tengah (Desember 2004), Pelatihan dan Pendampingan Usaha Mikro di Kecamatan Ciputat Kabupaten Tangerang, Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skills) bagi calon wirausaha baru di Ciputat, Pelatihan Kasir bagi Penyandang Tuna Rungu, Penanganan Dampak Bencana Banjir di Jakarta dan Tangerang, Penanganan Dampak Bencana Situ Gintung, Konsultasi Bisnis dan Penempatan Kerja, Program Wirausaha Mahasiswa, serta berbagai kegiatan pengabdian masyarakat dan program pemberdayaan lainnya.